Kamis, 25 Juni 2015

Teruslah Bersyukur ketika mendapat musibah



Teruslah Bersyukur ketika mendapat musibah

Sudah berapa tahun kita bernafas menghirup udara, makan, minum, bersenang – senang?. Pastinya tak terhitung banyaknya. Semua itu adalah nikmat dan karunia yang telah Allah berikan pada kita hambaNya. Tapi sering sekali kita lupa akan semua itu. Sedikit sekali kita mengucap syukur ataupun ucapan terima kasih padaNya. Tetapi kita lebih sering mengeluh, mengeluh, dan mengeluh atas ketidak enakan yang kita rasakan. Mendapat nilai jelek ketika ujian, mendapat teguran dari guru, kehilangan uang, kehilangan orang yang kita cintai atau mungkin di PHK bagi para karyawan. Ketika salah satu dari hal buruk itu menimpa diri kita, rasanya kita sudah benar – benar menjadi orang yang paling menderita didunia ini. Semua menjadi suram, tidak ada lagi semangat, terpuruk, jatuh, dan bahasa gaulnya sekarang adalah lagi “GALAU”.
Cobalah untuk melihat dari sisi yang lain atas musibah yang kita terima ini. Mungkin terasa sulit dan klise ketika kita harus berpura-pura kuat dan tetap tersenyum. Tapi mungkin hal itu perlu kita coba. Musibah bukan akhir dari segalanya, seberat apapun musibah yang menimpa diri kita. Mencoba berfikir positif, bahwa pasti Allah punya rencana yang lebih baik dibalik semua ini. Karena Allah telah berjanji bahwa dibalik kesulitan pasti ada kemudahan. Mungkin kebaikan itu tidak harus didunia, tapi bisa kebaikan untuk akhirat nanti. Allah juga berjanji bahwa Allah itu sesuai dengan prasangka hambaNya, ketika kita berfikir ada kebaikan dikemudian hari maka InsyaAllah hal itu akan terjadi dan begitu pula sebaliknya.
Allah menguji hambanya juga karena Allah tahu bahwa kita adalah orang yang kuat dan hebat. Karena Allah menguji hambanya sesuai dengan kemampuan hambaNya. Pastinya kita akan mampu melewati ujian tersebut karena ujian itu sudah disetting Allah yang disesuaikan dengan kekuatan kita. Contohnya, ketika kita kelas 6 SD kita akan mengikuti Ujian Nasional tentang pelajaran yang sudah kita pelajari dikelas bawah. Maka tidak mungkin anak kelas 6 SD akan diberikan soal ujian kelas 9 SMP.
Jangan kita larut terlalu dalam kesedihan atas musibah dan ujian itu, sehingga kita melupakan hal – hal lain disekitar kita. Kita harus melihat orang – orang diluar sana yang punya masalah dan ujian yang lebih berat dari yang kita alami. Kita harus bersyukur, kita tidak diberi ujian seberat mereka. Itu berarti Allah masih sayang pada diri kita. Jadikanlah diri kita menjadi orang yang kuat. Kuat iman, kuat mental, kuat hati, tidak mudah jatuh, tumbang, rubuh, dan galau. Kita masih punya orang – orang yang sayang pada kita. Ayah, inu, adik, kakak, saudara, teman-teman, yang akan siap merangkul kita ketika kita rapuh. Tentunya kita juga punya Allah, Allah lah yang punya segala urusan didunia ini, Allah lah Maha Pengasuh, Penyayang, Maha Kuat. Kita pasrahkan semuanya kepadaNya, kita mohonkan kekuatan, kita kembalikan semuanya padaNya. Saat yang paling dahsyat untuk mengadu padaNya adalah ketika selesai sholah 5 waktu dan diseperempat malam – malam yang kita punya untuk bermunajat padaNya. Allah lah tempat kita mengadu, mengeluh, memohon, dan bersandar. Ingatlah kita punya Allah, jangan sampai musibah menjadikan kita jauh dariNya. Semakin dekati Allah maka kita akan memiliki kekuatan untuk bisa menjalani semuanya.
Jadi, Saudaraku...tetap bersemangat dalam keterpurukan. Tetap berdoa dalam kejatuhan.  Tetap bersyukur atas apa yang ditakdirkan pada diri kita. Bangkit dan tataplah masa depan yang masih panjang ..............
Salam Ukhuwah: Julie

Tidak ada komentar:

Posting Komentar