Teruslah
Bersyukur ketika mendapat musibah
Sudah
berapa tahun kita bernafas menghirup udara, makan, minum, bersenang – senang?.
Pastinya tak terhitung banyaknya. Semua itu adalah nikmat dan karunia yang
telah Allah berikan pada kita hambaNya. Tapi sering sekali kita lupa akan semua
itu. Sedikit sekali kita mengucap syukur ataupun ucapan terima kasih padaNya.
Tetapi kita lebih sering mengeluh, mengeluh, dan mengeluh atas ketidak enakan
yang kita rasakan. Mendapat nilai jelek ketika ujian, mendapat teguran dari
guru, kehilangan uang, kehilangan orang yang kita cintai atau mungkin di PHK
bagi para karyawan. Ketika salah satu dari hal buruk itu menimpa diri kita,
rasanya kita sudah benar – benar menjadi orang yang paling menderita didunia
ini. Semua menjadi suram, tidak ada lagi semangat, terpuruk, jatuh, dan bahasa
gaulnya sekarang adalah lagi “GALAU”.
Cobalah
untuk melihat dari sisi yang lain atas musibah yang kita terima ini. Mungkin
terasa sulit dan klise ketika kita harus berpura-pura kuat dan tetap tersenyum.
Tapi mungkin hal itu perlu kita coba. Musibah bukan akhir dari segalanya,
seberat apapun musibah yang menimpa diri kita. Mencoba berfikir positif, bahwa
pasti Allah punya rencana yang lebih baik dibalik semua ini. Karena Allah telah
berjanji bahwa dibalik kesulitan pasti ada kemudahan. Mungkin kebaikan itu
tidak harus didunia, tapi bisa kebaikan untuk akhirat nanti. Allah juga
berjanji bahwa Allah itu sesuai dengan prasangka hambaNya, ketika kita berfikir
ada kebaikan dikemudian hari maka InsyaAllah hal itu akan terjadi dan begitu
pula sebaliknya.
Allah
menguji hambanya juga karena Allah tahu bahwa kita adalah orang yang kuat dan
hebat. Karena Allah menguji hambanya sesuai dengan kemampuan hambaNya. Pastinya
kita akan mampu melewati ujian tersebut karena ujian itu sudah disetting Allah
yang disesuaikan dengan kekuatan kita. Contohnya, ketika kita kelas 6 SD kita
akan mengikuti Ujian Nasional tentang pelajaran yang sudah kita pelajari
dikelas bawah. Maka tidak mungkin anak kelas 6 SD akan diberikan soal ujian
kelas 9 SMP.
Jangan
kita larut terlalu dalam kesedihan atas musibah dan ujian itu, sehingga kita
melupakan hal – hal lain disekitar kita. Kita harus melihat orang – orang
diluar sana yang punya masalah dan ujian yang lebih berat dari yang kita alami.
Kita harus bersyukur, kita tidak diberi ujian seberat mereka. Itu berarti Allah
masih sayang pada diri kita. Jadikanlah diri kita menjadi orang yang kuat. Kuat
iman, kuat mental, kuat hati, tidak mudah jatuh, tumbang, rubuh, dan galau.
Kita masih punya orang – orang yang sayang pada kita. Ayah, inu, adik, kakak,
saudara, teman-teman, yang akan siap merangkul kita ketika kita rapuh. Tentunya
kita juga punya Allah, Allah lah yang punya segala urusan didunia ini, Allah
lah Maha Pengasuh, Penyayang, Maha Kuat. Kita pasrahkan semuanya kepadaNya,
kita mohonkan kekuatan, kita kembalikan semuanya padaNya. Saat yang paling
dahsyat untuk mengadu padaNya adalah ketika selesai sholah 5 waktu dan
diseperempat malam – malam yang kita punya untuk bermunajat padaNya. Allah lah
tempat kita mengadu, mengeluh, memohon, dan bersandar. Ingatlah kita punya
Allah, jangan sampai musibah menjadikan kita jauh dariNya. Semakin dekati Allah
maka kita akan memiliki kekuatan untuk bisa menjalani semuanya.
Jadi,
Saudaraku...tetap bersemangat dalam keterpurukan. Tetap berdoa dalam
kejatuhan. Tetap bersyukur atas apa yang
ditakdirkan pada diri kita. Bangkit dan tataplah masa depan yang masih panjang
..............
Salam
Ukhuwah: Julie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar